Sesuatu
yang selama ini menjadi mimpi buruk dalam hidupku kini menjelma menjadi
kenyataan pahit yang harus aku terima bagai duri yang menusuk relung hati ini.
Kehilanganmu adalah mimpi terburuk
dalam hidupku, aku harus menerima kenyataan bahwa kau bukanlah milikku seperti
dahulu. Kini kau telah pergi meninggalkanku dengan semua cinta yang kupunya
hanya untukmu tapi mengapa kau tak pernah bisa mengerti tetang seberapa besar
cintaku padamu yang tak pernah aku miliki sebelumnya pada orang sebelummu.
Cinta ini begitu besar kepadamu,
tetapi cinta ini pula yang membuat kau pergi tinggalkan aku, meninggalkan semua
kenangan yang kita ukir bersama dahulu. Kau pergi lepaskanku dari hidupmu.
Cemburu, bukankah cemburu itu tanda
sayang? Ya! Tanda sayang! Tanda sayangku padamu adalah cemburuku yang besar karna
aku TAKUT kehilanganmu! Aku tidak bermaksud mengekangmu tapi aku hanya ingin
menjagamu agar tetap berada disisiku sampai diakhir kita berada ditempat kita
mengucapkan janji untuk sehidup semati, dan itu hanya bisa menjadi harapanku
saja. Kau merasa tak sanggup bersamaku dengan sikapku selama ini tanpa kau
sadari hal itu semata mata karna aku sangat mencintaimu.
Kini aku dan kamu semakin menjauh dan semakin jauh, aku
tak tahu cara apa lagi yang harus aku tempuh untuk menghadirkanmu kembali
dihidupku dan mengembalikan dirimu seperti dulu.
Kau bagaikan pasir, semakin kuat digenggam maka kau
semakin lepas dan menghilang. Tak dapat kumeraihmu, hilang kau dalam bayang
imajinasiku, menari nari dalam angin yang berlalu namun mengingatmu kini hanya
menjadi belati yang menyayat setiap lembar hatiku, lembaran yang tersisa kini
hanyalah berbentuk puing puing menyakitkan yang tak berarti lagi bagimu. Melihatmu
dengannya bak petir yang menyambar tepat dipusat jantungku berdetak, menghentikan
seketika setiap aliran darahku, menyumbat aliran oksigen diparu paruku membuatku
tertegun dalam diam yang memecahkan sungai dimataku.
Kini aku harus merelakanmu dengannya dan merelakan
cintaku hanya sebagai sahabat untukmu yang tak ada kata pisah untuk itu, karna
aku sadar bahwa tiada cinta yang dapat dipaksakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar