Kamis, 14 Maret 2013

prolog cerita yang gue garap, baca yaaa ;)


Sesuatu yang selama ini menjadi mimpi buruk dalam hidupku kini menjelma menjadi kenyataan pahit yang harus aku terima bagai duri yang menusuk relung hati ini.
            Kehilanganmu adalah mimpi terburuk dalam hidupku, aku harus menerima kenyataan bahwa kau bukanlah milikku seperti dahulu. Kini kau telah pergi meninggalkanku dengan semua cinta yang kupunya hanya untukmu tapi mengapa kau tak pernah bisa mengerti tetang seberapa besar cintaku padamu yang tak pernah aku miliki sebelumnya pada orang sebelummu.
            Cinta ini begitu besar kepadamu, tetapi cinta ini pula yang membuat kau pergi tinggalkan aku, meninggalkan semua kenangan yang kita ukir bersama dahulu. Kau pergi lepaskanku dari hidupmu.
            Cemburu, bukankah cemburu itu tanda sayang? Ya! Tanda sayang! Tanda sayangku padamu adalah cemburuku yang besar karna aku TAKUT kehilanganmu! Aku tidak bermaksud mengekangmu tapi aku hanya ingin menjagamu agar tetap berada disisiku sampai diakhir kita berada ditempat kita mengucapkan janji untuk sehidup semati, dan itu hanya bisa menjadi harapanku saja. Kau merasa tak sanggup bersamaku dengan sikapku selama ini tanpa kau sadari hal itu semata mata karna aku sangat mencintaimu.
Kini aku dan kamu semakin menjauh dan semakin jauh, aku tak tahu cara apa lagi yang harus aku tempuh untuk menghadirkanmu kembali dihidupku dan mengembalikan dirimu seperti dulu.
Kau bagaikan pasir, semakin kuat digenggam maka kau semakin lepas dan menghilang. Tak dapat kumeraihmu, hilang kau dalam bayang imajinasiku, menari nari dalam angin yang berlalu namun mengingatmu kini hanya menjadi belati yang menyayat setiap lembar hatiku, lembaran yang tersisa kini hanyalah berbentuk puing puing menyakitkan yang tak berarti lagi bagimu. Melihatmu dengannya bak petir yang menyambar tepat dipusat jantungku berdetak, menghentikan seketika setiap aliran darahku, menyumbat aliran oksigen diparu paruku membuatku tertegun dalam diam yang memecahkan sungai dimataku.
            Kini aku harus merelakanmu dengannya dan merelakan cintaku hanya sebagai sahabat untukmu yang tak ada kata pisah untuk itu, karna aku sadar bahwa tiada cinta yang dapat dipaksakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar