Jantung ini masih berdetak, nadi ini masih berdenyut, darah ini masih mengalir, napas ini masih berhembus dan raga ini masih terletak pada raganya. Begitu pula rasa ini masih berdiam dalam lubuk hati ini, lubuk hati yang tak pernah terjamah oleh orang lain selain sang pemilik hati yaitu kamu.
Semua kenangan tentangmu masih tertahan disini, tempat kita bersama. Hanya kenangan yang tersisa, namun bukan cintamu yang untukku. Ketika engkau yang telah pergi meninggalkan aku, cintaku dan kenangan kita aku masih tetap tegar disini menunggumu. Menunggu keajaiban yang datang padaku yang mampu membawamu kembali pada raga ini, raga yang setia menantimu kembali disini. Entah apa alasan yang mampu menjelaskan semua penantianku ini, yang aku tau hati ini masih siap tegar menunggumu tuk kembali mengisi setiap centi helaan napas yang mengalir dalam darah ini. Kau tak nampak untuk kugenggam, namun keyakinan ini masih seperti awal aku meyakinkan hatiku untuk memilihmu sebagai sang pemilik hati. Tidak banyak pintaku pada Tuhan, aku hanya ingin kamu yang menjadi imam anak anakku kelak. Aku hanya ingin kamu yang pertama kulihat saat aku membuka mata dan saat dimana aku menutup mata, setiap hari dan sampai aku menutup mata untuk selamanya. Bukan aku tak mampu mencari penggantimu, namun hati ini yang tak ingin tuk aku mencari sosok yang lain. Karena aku sudah terlanjur menutup pintu hatiku yang sempat terbuka lebar hanya untukmu dan tertutup rapat untuk orang lain ketika kehadiran dan kepergianmu disisiku. Ragamu masih terpampang jelas dalam sudut otakku, namun ragamu sungguh sudah pudar dalam hariku. Entahlah.. Mengapa semuanya nampak begitu sulit bagiku, namun begitu mudahnya bagimu. Untuk melupakan semua kenangan yang pernah kita lewati bukan perkara yang mudah bagiku, sesulit aku membuat luka untukmu. Bukan berlebihan yang aku jabarkan, namun ini aku dan rasaku untukmu yang tak pernah mampu aku jelaskan mengapa.
Kini aku hanya mampu menunggu dan menunggu sebuah keajaiban benar benar tiba untukku dan hatiku yang membawamu dan cintamu kembali dipelukku, maaf atas semua penantian yang aku lakukan untukmu. Salahkah jika aku masih mengingat janjimu? janji yang pernah kau ucapkan akan menjadikanku yang terakhir untukmu, maaf pula atas aku yang tak bisa melupakan kalimat itu karena aku yakin engkaulah yang Tuhan ciptakan untukku dan karena aku ingin mewujudkan janjimu itu hanya denganmu. Tidak lebih.
Kini aku hanya mampu menunggu dan menunggu sebuah keajaiban benar benar tiba untukku dan hatiku yang membawamu dan cintamu kembali dipelukku, maaf atas semua penantian yang aku lakukan untukmu. Salahkah jika aku masih mengingat janjimu? janji yang pernah kau ucapkan akan menjadikanku yang terakhir untukmu, maaf pula atas aku yang tak bisa melupakan kalimat itu karena aku yakin engkaulah yang Tuhan ciptakan untukku dan karena aku ingin mewujudkan janjimu itu hanya denganmu. Tidak lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar