Kamis, 16 Mei 2013

Entahlah.. Mengapa Semuanya Nampak Begitu Sulit.

Jantung ini masih berdetak, nadi ini masih berdenyut, darah ini masih mengalir, napas ini masih berhembus dan raga ini masih terletak pada raganya. Begitu pula rasa ini masih berdiam dalam lubuk hati ini, lubuk hati yang tak pernah terjamah oleh orang lain selain sang pemilik hati yaitu kamu.
Semua kenangan tentangmu masih tertahan disini, tempat kita bersama. Hanya kenangan yang tersisa, namun bukan cintamu yang untukku. Ketika engkau yang telah pergi meninggalkan aku, cintaku dan kenangan kita aku masih tetap tegar disini menunggumu. Menunggu keajaiban yang datang padaku yang mampu membawamu kembali pada raga ini, raga yang setia menantimu kembali disini. Entah apa alasan yang mampu menjelaskan semua penantianku ini, yang aku tau hati ini masih siap tegar menunggumu tuk kembali mengisi setiap centi helaan napas yang mengalir dalam darah ini. Kau tak nampak untuk kugenggam, namun keyakinan ini masih seperti awal aku meyakinkan hatiku untuk memilihmu sebagai sang pemilik hati. Tidak banyak pintaku pada Tuhan, aku hanya ingin kamu yang menjadi imam anak anakku kelak. Aku hanya ingin kamu yang pertama kulihat saat aku membuka mata dan saat dimana aku menutup mata, setiap hari dan sampai aku menutup mata untuk selamanya. Bukan aku tak mampu mencari penggantimu, namun hati ini yang tak ingin tuk aku mencari sosok yang lain. Karena aku sudah terlanjur menutup pintu hatiku yang sempat terbuka lebar hanya untukmu dan tertutup rapat untuk orang lain ketika kehadiran dan kepergianmu disisiku. Ragamu masih terpampang jelas dalam sudut otakku, namun ragamu sungguh sudah pudar dalam hariku. Entahlah.. Mengapa semuanya nampak begitu sulit bagiku, namun begitu mudahnya bagimu. Untuk melupakan semua kenangan yang pernah kita lewati bukan perkara yang mudah bagiku, sesulit aku membuat luka untukmu. Bukan berlebihan yang aku jabarkan, namun ini aku dan rasaku untukmu yang tak pernah mampu aku jelaskan mengapa.
Kini aku hanya mampu menunggu dan menunggu sebuah keajaiban benar benar tiba untukku dan hatiku yang membawamu dan cintamu kembali dipelukku, maaf atas semua penantian yang aku lakukan untukmu. Salahkah jika aku masih mengingat janjimu? janji yang pernah kau ucapkan akan menjadikanku yang terakhir untukmu, maaf pula atas aku yang tak bisa melupakan kalimat itu karena aku yakin engkaulah yang Tuhan ciptakan untukku dan karena aku ingin mewujudkan janjimu itu hanya denganmu. Tidak lebih.

Minggu, 12 Mei 2013

MAAF.... CASIN ({})


Gue takut gue kembali pada masa lalu gue yang buruk setelah gue kehilangan Dia yang bisa buat gue keluar dan lupa terhadap masa lamu gue. Makannya kalian harus tetep sama gue, Karena gue butuh kalian buat ngejaga gue supaya gue gak ngulangi masa lalu gue yang buruk itu.
Gue masih inget kok kalimat itu, gue gak tau harus bilang apa. Maaf.. Cuma itu yang bisa gue bilang.
Gue tau terlalu naïf kalo gue cuma bilang maaf sedangkan gue udah BERTURUT  TURUT nyakitin kalian, tapi gue Cuma bisa bilang maaf..

Emang dasarnya gue gak bakat dan gak bisa bohong sama sahabat gue sendiri :’) gue sadar kalian udah tau semuanya, gue juga sadar gue udah berubah dan keras kepala tentang hal ini. Tapi gue juga gak tau apa yang terjadi sama gue, semuanya ngalir gitu aja tanpa bisa gue cegah atau gue hindarin gue kembali ke masa lalu gue.

Maaf gue udah nyakitin kalian, gue udah ngebohongin kalian, gue udah gak jujur, gue udah gak pernah cerita lagi dan gue udah keras kepala. Gue tau gue salah, tapi gue juga gak tau kenapa gue bisa gini kenapa gue ampe sekeras ini sama kalian. Maaf gue udah gak denger omongan kalian, gue udah bohong ke kalian dan udah keras kepala.

Kalian tau masa lalu gue gimana, gue masuk kesitu waktu gue bener bener jatuh karna gue kehilangan seseorang yang sempat berharga buat gue. Semenjak SMA gue kenal kalian dan seseorang yang bisa bikin gue keluar dari masa lalu gue dan gue lupa sama masa lalu gue itu, tapi waktu gue masuk di saat gue hampir jatuh karna gue hampir kehilangan seseorang yang berharga di hidup gue (setelahkalian) gue minta ke kalian buat jaga gue supaya gak masuk ke masa lalu gue lagi. Setelah gue bener bener jatuh gue gak bisa ngendaliin diri gue sendiri, gue cuma berusaha nyari nyari hal yang bisa bikin gue seneng, hal hal yang bisa bikin gue lupa tentang air mata gue yang ngalir selepas kepergiannya. Dan muncullah Dia yang ngehadirin masa lalu gue yang udah gue kubur, Dia hadir disaat kalian gak ada dan sibuk dengan kegiatan masing masing. Dia ngehapus air mata gue waktu gue lagi nangis, ngebuat gue bisa senyum walau pun buat sementara. Tapi gue cuma pengen ngerasain kebahagiaan di sayang seseorang di luar sahabat, gak lebih. Mungkin terlalu egois kalo gue minta kalian buat ngertiin posisi gue, tapi gue gak tau harus gimana lagi. Semuanya diluar kendali gue atas masuknya Dia di kehidupan gue yang udah ngisi hari hari gue setelah kalian. Dan gue cuma pengen nikmatin hal yang bikin gue seneng dan bisa bikin gue lupa DiaW, gak lebih.

Makasih atas semua kepedulian kalian ke gue, gue tau itu tanda sayang kalian ke gue. MUNGKIN GUE BUKAN SAHABAT YANG BAIK BUAT KALIAN, sekarang gue serahin ke kalian. Apa kalian masih mau sahabatan sama gue yang udah berturut turut nyakitin kalian?
GUE SAYANG KALIAN!

( nb: gak ada emot yang bisa gue cantumin, kalo pun ada Cuma emot ini yang bisa gue tunjukin :’’( )

Minggu, 28 April 2013

Pergi, Kembali dan Pergi (LAGI)

Sudah berapa lama kita bersama? LAMA, tapi mengapa kau pergi begitu saja meninggalkan semua kenangan yang telah kita lalui dan kita ukir bersama? tahukah apa yang kurasakan? hancur berantakan karna kau tinggalkan begitu saja. Terpikirkah olehmu akan aku yang selalu menunggumu disini? sesak yang kurasakan menyaksikan kepergianmu yang begitu saja dan tanpa alasan, apa salahku? aku bukanlah termasuk orang yang dengan mudah begitu saja mengabaikan perasaanku, karena apa? KARENA AKU TERLANJUR MENYAYANGIMU! pernahkah terpikir dalam benakmu menjadi diriku yang kau tinggalkan tanpa alasan yang masuk dalam otakku.
Kini kau hadir "KEMBALI" pada hari hariku, mengapa? apakah untuk menyakitiku LAGI? atau untuk mengucapkan "SELAMAT TINGGAL" untuk selamanya? sebenarnya apa yang terlintas dalam benakmu? aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu kini. Aku  bukan mainanmu yang bisa kau tinggalkan ketika sudah bosan, dan kau "pungut" kembali ketika kau sudah merasa kesepian. Masih kurangkah mengorbanan yang telah aku lakukan hanya untuk menahanmu untuk tidak pergi? mengapa kau tetap bersikeras untuk pergi. Apakah kembalinya kau disini adalah tanda penyesalanmu karna telah sempat pergi meninggalkanku? mungkin tidak. Kau akan pergi untuk meneruskan hidup jauh disana dan jauh dari pandanganku.
Mungkin sudah seharusnya sejak dulu aku merelakanmu pergi dari hidupku, jika itu adalah kebahagiaanmu jauh dari hidupku maka aku akan rela walau pun hati ini perih untuk melihatmu beranjak pergi dan menghilang.
Terima kasih atas semua kenangan yang telah kau torehkan, terima kasih atas canda tawa dan tangis yang telah kau lukis dalam hidupku, kini aku hanya bisa merelakanmu pergi dari hidupke setelah kau PERGI, KEMBALI dan PERGI (LAGI).

Kamis, 18 April 2013

Menjemput Sang Penanti Setiamu

Aku bukanlah orang yang sempurna dalam hal apapun, aku tidak pula pandai dalam segala hal. Namun satu yang bisa ku banggakan, kesetiaan hati ini menanti dan mencintaimu. Meski entah dimana hatimu kini, aku masih tetap tangguh berdiri memegang harapku. Setegar apapun sebongkah karang tapi tak setegarku menghadapi kisah saat bersamamu, kisah yang mengajariku tentang sebuah penantian yang harus dialami oleh setiap insan di bumi ini. Aku disini bertahan untuk hatiku, hati yang senantiasa setia menunggu sang pemilik hati dan itu hanya kamu. Sang pemilik yang kini sedang berkelana mencoba hal baru, satu keyakinaku sang pemilik hatiku akan kembali pulang pada saat yang tepat. Mungkin itu adalah sebuah keyakinan bodoh, namun entah mengapa aku begitu yakin terhadap hal itu. Bukan salahmu berkelana mencari sesuatu hal yang baru, namun salahmu jika engkau tak kembali pulang. Pulang untuk menjemput sang penanti setiamu, penanti setia dengan sejuta cinta kasih yang ia siapkan untukmu ketika kau kembali pulang. Cintta kasih yang selalu dijaga hanya untuk sang pemilik hati, yang kian hari kian bertambah kokoh dan sulit untuk diabaikan. Entah kapan kau akan kembali pulang untuk menjemput sang penanti setiamu, namun disini aku akan tetap sabar menunggu sampai engkau ingat untuk kembali pulang.

Senin, 15 April 2013

My Second Everything Person After MyParents ({})

Aku punya dua mata yang gak bisa ngeliat kalian setiap saat
Aku punya dua tangan yang gak bisa ngejagain kalian tiap saat
TAPI aku punya satu hati buat tetep sayang kalian terus
OKE ITU KUTIPAN DARI DOKUMENTER PERAYAAN ANNIV ORANG
Kembali ke topik...
Gue punya beberapa manusia yang gue lestarikan di hati gue #eeeaaahh maksudnya makhluk piaraan yang gue tanem dipekarangan belakang rumah tepatnya aquarium dalem botol gue, maksud gue apa?
tar duluu.. sebenernya gue mau ngomong tentang apa? #guebingungsendiri -___- *tolongakudeddycorbuzier
Kali ini serius.. mau banget?
Kehadiran : Hadirnya kalian buat gue merinding (gakjugasih), tapi yang jelas gue cukup bahagia dengan adanya kalian disamping gue, kenapa? gue juga gak tau. Tapi sepertinya itu ilusi? imajinasi? fatamorgana? halusinasi? evolusi? hipotesi? infusan? oke cukup ngaco.
Perasaan : Kalo ngomongin tentang ini gue sensitif banget. jangan dilanjutin nantinya gue curcol. intinya GUE SAYANG KALIAN! masalah?! hah?!
Keadaan : Keadaan kalian sangat memprihatinkan sekali, C matanya belo :( A masih jadi anak kecil -__- S dia gak ada nama ledekan --" I dia sipit dan gila akan keunyuan dan cuma N yang memegang penghargaan sebagai orang terKECE sejagat ue cukup prihatin akan keadaan kalian, sabar yah ampe kapan pun kalian gak bakal bisa nandingin gue.
Kepercayaan : Ini bukan tentang agama, tapi ini tentang hati. *jgnbiaringuecurcol! maksud gue, gue percaya sama kalian karena kalian sahabat gue. Percaya dalam halapa? tentang sebuah lisan yang terucap, KITA tau kekurang dan kejelekan KITA (semuanya) termasuk rahasia yang alangkah baiknya cuma kita yang tau, jadi intinya gue percaya kalo yang namanya SAHABAT itu gak akan pernah sekalipun ngomongin kejelekan. Dan gue yakin kalian gak bisa ngejelek jelekin gue sebab gue terlanjur KECE. (OKE REALITA).
Kebersamaan : Kebersamaan kita berawal dengan absurd, anniv kita tanggal berapa? kita mulai dari mana? kita ketemu dimana? aku siapa?mengapa aku kece? TAKDIR! Namun apalah arti dari sebuah tanggal peresmian kalo gue emang udah terlanjur kece. *loh? TAPI yang terpenting adalah kebersamaan kita yang selalu menjaga perasaan KITA dan mengerti perasaan KITA.
Terlalu panjang dan gue terlalu KECE! oke initinya ituuu.. :
GUE KECE (udah terbukti) dan GUE SAYANG CASIN! :* ({})

Minggu, 14 April 2013

Ban Serep :')

Aku sadar aku bukanlah seseorang yang spesial bagimu, bukanlah seseorang yang penting dalam hidupmu, akupun bukanlah seseorang yang pertama kali kau ingat ketika matamu terbuka setelah menjelajah dunia mimpi, aku mengerti bagaimana "kedudukanku" bagimu (khususnya hatimu). NAMUN, lain denganku. Bagiku kamu adalah salah satu orang yang penting bagi hidupku, orang spesial yang memiliki tempat yang jauh dan sukar untuk dijamah orang (hatiku).Aku mengingatmu semenjak aku membuka mata hingga akhirnya terpejam untuk menyempatkan mengunjungi taman alam sadarku, dan semua ituu harusnya memberikanmu penjelasan tentang kedudukanmu bagikku.
Aku.. ya aku yang selalu kau "lupakan" saat engkau sedang asyik bercengkrama dengan duniamu, dan kau hadir menemuiku saat engkau mulai jenuh dengan duniamu dan aku pun sudah mulai terbiasa dengan seperti ini. Aku yang selalu berusaha mengerti keadaanmu dan hidupmu, namun kau tak sedikit pun melirik arti dari semua yang aku lakukan terhadapmu. Yang aku lakukan hanya untuk menunjukan arti hadirmu untukku. Dalam setiap kata yang kulontarkan selalu kuselipkan kata "aku membutuhkanmu" namun mungkin kau tidak sadar atau tak peduli, tapi ketahuilah aku hanya membutuhkan satu waktu yang disisi olehmu dan aku hanya itu. Apakah aku bisa mendapatkannya? rasanya sukar, waktumu terlalu penuh dengan "kehidupanmu yang tanpa diriku" dan aku SELALU mengalah untuk itu karena aku hanya mencoba untuk mengerti keadaanmu meskipun sesak yang kian pekat memeluk relungku. Sadarlah.. tentang semua yang kutulis itu adalah tentangmu.
Mungkin pendeskripsian yang tepat untukku adalah "BAN SEREP", yaa.. ban serep yang dicari ketika ban inti sedang tidak bisa menemani setiap perjalananmu. Meskipun kenyataannya begini aku rela, aku rela dengan satu alasan yang cukup kuat membuatku bertahan pada kondisi seperti ini. Karena kamu adalah orang "spesial" bagiku karena apa? karena kau sudah mampu membuatku nyaman walaupun hanya dalam kata kata. tahukah kamu? "orangspesial" bagiku jauh lebih berharga dari seorang yang di namakan "kekasih" maka aku hanya memintamu akan satu hal "mengertilah" terhadapku, terhadap seseorang ban serepmu. :')

Tanpa Pemeran Utama

Detik demi detik berlalu di depan mata... menit pun menari dipelupuk mata hingga jam demi jam berkejaran dengan sang senja yang mulai menyapa. Aku masih berdiri disini, sedang apa? MENUNGGU. itulah yang aku lakukan dalam setiap tarikan nafas yang mengalir dalam darahku. Dalam penantian aku masih tetap berpegang teguh pada apa yang aku pertahankan sejak awal aku memulai cerita ini, cerita yang tergambar jelas sosokmu dalam setiap jengkal dialog yang tertulis. NAMUN, pemeran utama dalam ceritaku kini telah pergi untuk berlaga dalam cerita lain yang baru.
aku kehilangan sosok pemeran utama dalam ceritaku, cerita yang telah kurangkai dengan berawal tangan kosong dan yang kemudian dihampiri oleh pansil yang aempu menorehkan cerita yang teramat indah dalam setiap satu centi yang terukir pada prolog yang beralas polos. Prolog yang diawali dari sebuah perkenalan yang berlanjut pada sapaan kemudian beranjak pada fase mengenal yang akhirnya mampu menulis dialog yang begitu indah.
Dialog awal yang masih terangkai canggung kemudian diiringi dengan terbiasa pada alur yang mulai terangkai dengan susunan penuh diwarnai senyum yang "terlihat" tulus dari hati, kata demi kata tertoreh dalam dialog cerita pun mulai menampakkan isinya. Namun dalam dialog nan indah tak luput dari coretan yang walaupun telah dicoba tuk dihapus tetap saja akan meninggalkan sejak coretan tersebut yang disebut luka, yang mungkin bentuknya sudah kering namun sisanya? masih sama terasa. warna itu memang abu dan lama kelamaan menjadi kabut dan menutupi pandangan sang Pemeran Utama dalam berjalan menuju dialog yang sempurna dan mulus, apalah daya ketika kabut benar benar membutakan arahmu kamu pun mulai keluar dari jalur peranmu sebagai si Pemeran Utama yang akhirnya membawamu berjalan menuju cerita yang baru diseberang sana, Kemudian dialog pun berhenti ditengah tengah karena tanpa sang Pemeran Utama yang telah beranjak.
Dialog terhenti maka musnahlah semua "lanjutan" yang sebelumnya sudah dirangkai dalam dialog yang awalnya masih indah, dan semua berawal dari hilangnya sang Pemeran Utama.