Detik demi detik berlalu di depan mata... menit pun menari dipelupuk mata hingga jam demi jam berkejaran dengan sang senja yang mulai menyapa. Aku masih berdiri disini, sedang apa? MENUNGGU. itulah yang aku lakukan dalam setiap tarikan nafas yang mengalir dalam darahku. Dalam penantian aku masih tetap berpegang teguh pada apa yang aku pertahankan sejak awal aku memulai cerita ini, cerita yang tergambar jelas sosokmu dalam setiap jengkal dialog yang tertulis. NAMUN, pemeran utama dalam ceritaku kini telah pergi untuk berlaga dalam cerita lain yang baru.
aku kehilangan sosok pemeran utama dalam ceritaku, cerita yang telah kurangkai dengan berawal tangan kosong dan yang kemudian dihampiri oleh pansil yang aempu menorehkan cerita yang teramat indah dalam setiap satu centi yang terukir pada prolog yang beralas polos. Prolog yang diawali dari sebuah perkenalan yang berlanjut pada sapaan kemudian beranjak pada fase mengenal yang akhirnya mampu menulis dialog yang begitu indah.
Dialog awal yang masih terangkai canggung kemudian diiringi dengan terbiasa pada alur yang mulai terangkai dengan susunan penuh diwarnai senyum yang "terlihat" tulus dari hati, kata demi kata tertoreh dalam dialog cerita pun mulai menampakkan isinya. Namun dalam dialog nan indah tak luput dari coretan yang walaupun telah dicoba tuk dihapus tetap saja akan meninggalkan sejak coretan tersebut yang disebut luka, yang mungkin bentuknya sudah kering namun sisanya? masih sama terasa. warna itu memang abu dan lama kelamaan menjadi kabut dan menutupi pandangan sang Pemeran Utama dalam berjalan menuju dialog yang sempurna dan mulus, apalah daya ketika kabut benar benar membutakan arahmu kamu pun mulai keluar dari jalur peranmu sebagai si Pemeran Utama yang akhirnya membawamu berjalan menuju cerita yang baru diseberang sana, Kemudian dialog pun berhenti ditengah tengah karena tanpa sang Pemeran Utama yang telah beranjak.
Dialog terhenti maka musnahlah semua "lanjutan" yang sebelumnya sudah dirangkai dalam dialog yang awalnya masih indah, dan semua berawal dari hilangnya sang Pemeran Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar