Aku
bukanlah orang yang sempurna dalam hal apapun, aku tidak pula pandai dalam
segala hal. Namun satu yang bisa ku banggakan, kesetiaan hati ini menanti dan
mencintaimu. Meski entah dimana hatimu kini, aku masih tetap tangguh berdiri
memegang harapku. Setegar apapun sebongkah karang tapi tak setegarku menghadapi
kisah saat bersamamu, kisah yang mengajariku tentang sebuah penantian yang
harus dialami oleh setiap insan di bumi ini. Aku disini bertahan untuk hatiku,
hati yang senantiasa setia menunggu sang pemilik hati dan itu hanya kamu. Sang pemilik
yang kini sedang berkelana mencoba hal baru, satu keyakinaku sang pemilik
hatiku akan kembali pulang pada saat yang tepat. Mungkin itu adalah sebuah
keyakinan bodoh, namun entah mengapa aku begitu yakin terhadap hal itu. Bukan salahmu
berkelana mencari sesuatu hal yang baru, namun salahmu jika engkau tak kembali
pulang. Pulang untuk menjemput sang penanti setiamu, penanti setia dengan
sejuta cinta kasih yang ia siapkan untukmu ketika kau kembali pulang. Cintta kasih yang selalu dijaga hanya untuk sang pemilik hati, yang kian hari kian bertambah kokoh dan sulit untuk diabaikan. Entah kapan kau akan kembali pulang untuk menjemput sang penanti setiamu, namun disini aku akan tetap sabar menunggu sampai engkau ingat untuk kembali pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar