Kamis, 18 April 2013

Menjemput Sang Penanti Setiamu

Aku bukanlah orang yang sempurna dalam hal apapun, aku tidak pula pandai dalam segala hal. Namun satu yang bisa ku banggakan, kesetiaan hati ini menanti dan mencintaimu. Meski entah dimana hatimu kini, aku masih tetap tangguh berdiri memegang harapku. Setegar apapun sebongkah karang tapi tak setegarku menghadapi kisah saat bersamamu, kisah yang mengajariku tentang sebuah penantian yang harus dialami oleh setiap insan di bumi ini. Aku disini bertahan untuk hatiku, hati yang senantiasa setia menunggu sang pemilik hati dan itu hanya kamu. Sang pemilik yang kini sedang berkelana mencoba hal baru, satu keyakinaku sang pemilik hatiku akan kembali pulang pada saat yang tepat. Mungkin itu adalah sebuah keyakinan bodoh, namun entah mengapa aku begitu yakin terhadap hal itu. Bukan salahmu berkelana mencari sesuatu hal yang baru, namun salahmu jika engkau tak kembali pulang. Pulang untuk menjemput sang penanti setiamu, penanti setia dengan sejuta cinta kasih yang ia siapkan untukmu ketika kau kembali pulang. Cintta kasih yang selalu dijaga hanya untuk sang pemilik hati, yang kian hari kian bertambah kokoh dan sulit untuk diabaikan. Entah kapan kau akan kembali pulang untuk menjemput sang penanti setiamu, namun disini aku akan tetap sabar menunggu sampai engkau ingat untuk kembali pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar