Selasa, 02 April 2013

Hampir Kehilanganmu

Mentari pagi ini tak sesejuk biasanya, kali ini benar benar dingin hampir beku. Hujan semalam masih menari nari dalam anganku, malam yang lebih gelap dari biasa dan hampir kelam. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan senyum dalam hariku. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan alasanku untuk tetap selalu tersenyum. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan warna terang dalam hariku. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilanagan salah satu sumber kebahagiaanku. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan seseorang yang mampu mengerti setiap jengkal isi hatiku. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan apa yang aku pertahankan selama ini. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan setiap perhatian yang selalu mengisi setiap hariku. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan hati yang membuatku tersenyum disaatku sedang menitikan air mata. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan alasan aku tersenyum dan tertawa disaat aku menangis. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan sosok yang selalu disampingku. Aku hampir kehilanganmu, hampir kehilangan jemari menyentuh kulit dengan penuh kehangatan.
Saat kau ucap ingin pergi dariku, tak ada senggang waktu yang mengalir saat itu hanya air mata yang mampu mengganti kata kata yang tak mampu terucap kala itu. Kau tahu alasanku mempertahankanmu? karena hanya kamu yang mengertiku, hanya kamu yang mampu menghadirkan senyum dalam tangisku, hanya kamu peduli padaku, hanya kamu yang mampu memunculkan warna dalam gelapku, dan hanya kamu yang mampu membuatku NYAMAN. Tahukah kamu, disini dihatiku kamu sudah mempunyai tempat paten yang tidak bisa digantikan oleh siapapun. Mengertilah aku hanya menginginkan kamu selalu hadir dalam setiap langkah dalam hatiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar